Mengembangkan Produk, Siapa Bilang Pelajaran Masak-Masak
Sebagai seorang mahasiswa teknologi pangan, pasti pernah ditanyain, "Diajarin bikin makanan apa aja pas kuliah?". Akhirnya, setelah enam semester berkuliah di teknologi pangan, kami membuat suatu produk pangan.
Eitss, tapi bukan 'masak'. Kami tidak berperan sebagai koki, melainkan sebagai teknolog pangan yang sedang berusaha mengembangkan suatu produk pangan inovasi.
Pada mata kuliah Pengembangan Produk dan Proses, kami dituntut untuk dapat menciptakan suatu inovasi dalam bidang pangan dalam rentang waktu satu semester, hingga memperoleh produk yang kami bayangkan. Dan akhirnya kami berencana untuk mengembangkan produk ANKA-KU.
Selama prosesnya, kami menemui beberapa hambatan untuk menemukan formulasi bahan mentah yang sesuai. Pertama, produk yang kami hasilkan terlalu melebar ketika dilakukan pengovenan. Produk yang dihasilkan pun memiliki ketebalan yang tipis serta tekstur yang sangat chewy dan padat.
Penggantian resep ANKA-KU menghasilkan produk yang lebih baik, yaitu memiliki ketebalan yang sesuai, namun masih padat seperti hard-baked cookies, padahal yang diharapkan adalah soft-baked cookies. Oleh karena itu kami bereksperimen dengan membuat variasi bobot tepung mocaf angkak dan waktu pengovenan yang digunakan.
Permasalahan lain kami hadapi ketika kami ingin membuat saus isian ANKA-KU. Rencana awal saus karamel harus kami ubah karena saus sulit dibuat dan memakan biaya yang cukup besar. Marshmallow pun juga kurang cocok kami gunakan karena malah terkaramelisasi ketika pengovenan dan menghasilkan karamel yang mengeras ketika suhunya menurun. Pilihan terakhir kami jatuhkan pada penggunaan saus coklat dengan resep tertentu sehingga tidak mencair dan bercampur dengan adonan ketika pengovenan, serta tidak terkaramelisasi karena terlalu banyak gula yang digunakan.
Hari Gelar Produk tiba, kami mengemas produk yang sudah kami buat dalam wadah cup tertutup. Untuk penyajiannya, es krim vanilla dan meses kami gunakan sebagai tambahan saja, namun menu utama tetap produk kami ANKA-KU.
Secara pribadi, kami sangat menikmati proses dari awal penentuan inovasi produk hingga akhir pada hari Gelar Produk. Kami dapat mewujudkan kreasi inovasi pangan dan menentukan sendiri konsep pangan yang akan kami buat, merupakan suatu pengalaman yang berharga bagi kami dalam proses pengembangan produk sebagai teknolog pangan.
Untuk semua bantuannya, teman-teman yang terlibat, dan seluruh dukungan yang telah diberikan, kami ucapkan terimakasih.
Eitss, tapi bukan 'masak'. Kami tidak berperan sebagai koki, melainkan sebagai teknolog pangan yang sedang berusaha mengembangkan suatu produk pangan inovasi.
Pada mata kuliah Pengembangan Produk dan Proses, kami dituntut untuk dapat menciptakan suatu inovasi dalam bidang pangan dalam rentang waktu satu semester, hingga memperoleh produk yang kami bayangkan. Dan akhirnya kami berencana untuk mengembangkan produk ANKA-KU.
Selama prosesnya, kami menemui beberapa hambatan untuk menemukan formulasi bahan mentah yang sesuai. Pertama, produk yang kami hasilkan terlalu melebar ketika dilakukan pengovenan. Produk yang dihasilkan pun memiliki ketebalan yang tipis serta tekstur yang sangat chewy dan padat.
Penggantian resep ANKA-KU menghasilkan produk yang lebih baik, yaitu memiliki ketebalan yang sesuai, namun masih padat seperti hard-baked cookies, padahal yang diharapkan adalah soft-baked cookies. Oleh karena itu kami bereksperimen dengan membuat variasi bobot tepung mocaf angkak dan waktu pengovenan yang digunakan.
Permasalahan lain kami hadapi ketika kami ingin membuat saus isian ANKA-KU. Rencana awal saus karamel harus kami ubah karena saus sulit dibuat dan memakan biaya yang cukup besar. Marshmallow pun juga kurang cocok kami gunakan karena malah terkaramelisasi ketika pengovenan dan menghasilkan karamel yang mengeras ketika suhunya menurun. Pilihan terakhir kami jatuhkan pada penggunaan saus coklat dengan resep tertentu sehingga tidak mencair dan bercampur dengan adonan ketika pengovenan, serta tidak terkaramelisasi karena terlalu banyak gula yang digunakan.
Hari Gelar Produk tiba, kami mengemas produk yang sudah kami buat dalam wadah cup tertutup. Untuk penyajiannya, es krim vanilla dan meses kami gunakan sebagai tambahan saja, namun menu utama tetap produk kami ANKA-KU.
Secara pribadi, kami sangat menikmati proses dari awal penentuan inovasi produk hingga akhir pada hari Gelar Produk. Kami dapat mewujudkan kreasi inovasi pangan dan menentukan sendiri konsep pangan yang akan kami buat, merupakan suatu pengalaman yang berharga bagi kami dalam proses pengembangan produk sebagai teknolog pangan.
Untuk semua bantuannya, teman-teman yang terlibat, dan seluruh dukungan yang telah diberikan, kami ucapkan terimakasih.



Komentar
Posting Komentar